Ekowisata Desa Kupuk Ponorogo (program Pengembangan Desa Mitra)
Heri Wijayanto, Khoirurrosyidin, Saiful Nurhidayat, Edy Kurn 27 April 2018 Teknik Informatika

Abstract / Intisari :
Ekowisata desa Kupuk Bungkal Ponorogo yang diajukan dalam Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini bertujuan untuk meningkatkan potensi wisata yang ada dengan konsep berwawasan lingkungan yang mengutamakan: 1). Seni budaya khas Ponorogo yaitu Reyog Ponorogo, dan seni tradisional asli Ponorogo lainnya yang mulai punah, 2). konservasi Burung Merak yang merupakan Burung dilindungi dan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan perangkat kesenian Reyog Ponorogo, 3). Kuliner Ponorogo yang terkenal adalah Sate Ayam, Dawet Jabung, aneka makanan tradisional lainnya. Perpaduan seni budaya, konservasi alam, dan kuliner diharapkan menjadikan desa Kupuk sebagai tempat wisata yang mempunyai ciri khas dan mampu bersaing. Geliat desa Kupuk Bungkal Ponorogo untuk menjadi desa wisata sudah dimulai sejak tahun 2013, dengan bermodalkan Sendang (kolam dengan mata air didalamnya) yang berada di tanah kas Desa dengan luas 5 hektar, dikelilingi pohon-pohon besar mirip dengan hutan desa yang masuk pada cagar budaya semakin menambah elok, indah, dan menarik.Ponorogo identic dengan kesenian Reyog Ponorogo, disetiap desa mempunyai perangkat dan group kesenian tersebut, agenda pagelaran reyog Ponorogo rutin dilakukan yaitu setiap malam bulan purnama di Pendopo Kabupaten Ponorogo, dan agenda festival reyog Ponorogo setiap bulan Suro/Muharam.Acara resmi dan tidak resmi acap kali juga menghadirkan pementasan Reyog Ponorogo sebagai acara penghormatan tamu dan pembuka acara.Namun demikian belum ada kampung/desa atau tempat yang menyajikan, dan mementasan kesenian tersebut sebagai kampong Reyog. Kata Kunci: Ekowisata, desa Kupuk Bungkal, Kesenian Reyog Ponorogo.

File PDF :
   Heri Wijayanto, Khoirurrosyidin, Saiful Nurhidayat, Edy Kurniawan--stmikelrahma.pdf

Tag Jurnal :
   0